25.1 C
New York

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM): Solusi Pelaksanaan Merdeka Belajar yang Belum Sinergis

Published:

Webinar Nasional dan Halal Bi Halal Pendidikan Luar Sekolah / Pendidikan Masyarakat FIP Universitas Negeri Medan yang dilaksanakan pada Selasa, 25/05/21 pukul 09.00 Wib. Dengan tema “Urgensi Sinerginitas Pendidikan Masyarakat dalam Mendukung Merdeka Belajar di Era Digital”. Peserta yang hadir sebanyak 173 peserta dari berbagai daerah. Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Yusnadi M.S. ketua jurusan Pendidikan Luar sekolah Dr. Sudirman SE, M.Pd.

Kegiatan diawali dengan pemberian kata sambutan oleh Ketua IKAPLUSDIKMAS Eko Haryanto S,Pd. Dalam kata sambutannya Ia berharap melalui webinar nasional ini mampu merangkul dan membangun kerjasama dalam memajukan PLS di masyarakat, Karena PLS tidak dapat berjalan sendiri harus bersama sama menghadapi perubahan. Ia juga mengajak untuk membangun kolaborasi kerjasama dan saling bersinergi dalam mendukung program pemerintah dan kebijakan Merdeka Belajar, karena seharusnya belajar tidak bisa dibatasi dengan lingkup sekolah saja.

Dr. Sudirman SE, M.Pd ketua jurusan PLS FIP Unimed mengapresiasi kegiatan webinar nasional yang diselenggarakan oleh IKAPLUKDIKMAS dan
Berharap agar kegiatan webinar dapat dijalankan dengan baik ke tahap berikutnya.

Kemudian pemberian kata sambutan dari dekan FIP oleh Prof. Dr. Yusnadi M.S. sekaligus pembukaan acara, ia menyampaikan agar pertemuan melalui zoom meeting dapat terus dilakukan agar seluruh alumni di seluruh Indonesia dapat bertukar informasi tentang perkembangan pendidikan masyarakat di berbagai daerah. “Harapannya melalui webinar nasional ini mahasiswa dan alumni PLS dapat menghasilkan berbagai ide dan inovasi yang bisa mendukung dan mensukseskan program Merdeka belajar terutama yang ada keterkaitannya dengan pendidikan masyarakat atau pendidikan luar sekolah sesuai dengan Prodi dan bidang ilmu yang ditekuni.” Ungkapnya.

Pada masa pandemi ini, kesempatan belajar anak semakin berkurang karena perhatian guru dan orang tua sudah berkurang terhadap anak, kemudian faktor ekonomi keluarga yang kurang mendukung proses pembelajaran anak, sehingga kesempatan belajar sulit. Merdeka belajar sebagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam pelaksanaannya masih belum sinergis baik pemerintah pusat maupun kota. Oleh sebab itu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem pembelajaran anak dapat dilakukan melalui program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Merdeka belajar adalah sebuah gagasan yang dikembangkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang memiliki 8 program yaitu magang atau praktek, kerja proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian atau riset, kegiatan wirausaha, proyek independen dan proyek kemanusiaan. Kedelapan program yang diberikan bertujuan membantu seseorang dalam proses pembelajaran untuk masuk dalam kompetensi tertentu. Merdeka belajar memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Adapun tantangan MBKM dapat dilihat melalui 3 aspek yaitu regulasi, kesiapan sumber daya dan perubahan mindset.

Terdapat 2 peran PLS / Pendidikan Masyarakat di masyarakat yaitu sebagai pengembangan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat sebagai solusi untuk pemenuhan kebutuhan dan masalah yang ada di masyarakat yang akan mewujudkan masyarakat yang berdaya. Sebagai penggagas Dayung Ilmu yang ada di Desa perlis kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat. Datung ilmu yang didirikan pada tahun 2016 sebagai taman baca, dengan konsep lembaga non profit, telah memberikan sumbangsihnya terhadap pendidikan kepada anak-anak Desa Perlis.

Kegiatan selanjutnya yaitu sesi diskusi tanya jawab antara narasumber dan peserta kemudian ditutup dengan pemberian pengumuman pertanyaan terbaik dan pemberian door prize oleh panitia.

Related articles

Recent articles