12.9 C
New York

Mensinergikan Nilai-Nilai Agama dengan Kegiatan Akademik, Universitas Negeri Medan Memperingati Isra Mi’raj

Published:

Medan, Persma Kreatif — Universitas Negeri Medan Melaksanakan Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1444 H di Gedung Auditorium Universitas Negeri Medan. Acara dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala Biro, Ketua Lembaga, Dosen, mahasiwa/i se-lingkungan Universitas Negeri Medan. Kamis ,(02/03/23)

Peringatan Isra’ Mi’raj dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. Dalam kata sambutannya beliau mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini adalah mensinergikan nilai-nilai agama dengan kegiatan akademik yang kita lakukan di kampus ini. Serta selaras dengan harapan Unimed menjadi kampus The Character Building University, yang memiliki motto “Kerjakan Sesuatu dengan Ikhlas dan Benar”.

Prof. Syamsul menjelaskan “Poin penting dari peristiwa perjalanan Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW adalah pengujian keimanan kita sebagai hamba Allah yang tidak memiliki daya upaya tanpa izin dan ridho Allah SWT. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi dilakukan manusia, jika Allah sudah berkehendak, maka pasti akan terjadi. Selanjutnya, Perjalanan Isra Mi’raj ini, menjadi bersejarah karena satu-satunya Ibadah Wajib bagi umat Islam yang dijemput langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW adalah shalat, sedangkan ibadah wajib lainnya melalui malaikat Jibril. Artinya Ibadah Shalat wajib 5 kali sehari semalam itu, merupakan ibadah utama dan terpenting bagi kita umat Islam. Bahkan Al-Quran dan beberapa Hadits Rasul menjelaskan, Ibadah shalat jika kita lakukan dengan ikhlas dan benar, akan membentuk kepribadian kita menjadi manusia terbaik disisi Allah, yakni insan bertaqwa.”

Dalam ceramahnya, Al Ustadz Drs. H. Abidin Azhar Lubis menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dia berharap peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini menambah ketaqwaan dan keimanan kita akan kebesaran Allah SWT. Banyak pesan dan hikmah yang terkandung dalam peristiwa ini yang bisa kita ambil. Diantaranya perjalanan menjemput perintah menunaikan shalat 5 waktu sebagai kewajiban bagi umat islam. Shalat adalah tiang agama. Barang siapa menegakkan shalat, maka berarti telah menegakkan agama.”

Kru : Ulfa

Related articles

Recent articles