29.5 C
New York

Mengenali Pencegahan Stunting dengan MPASI Pangan Lokal dalam Webinar Gizi Nasional 2023

Published:

Medan, Persma Kreatif – Program Studi Gizi Universitas Negeri Medan menggelar acara Web Seminar Nasional melalui Zoom Meeting dan Live Streaming Youtube pada Rabu, (17/5). Tajuk yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah ‘Potensi Pangan Lokal Sumber Protein di Sumatera Utara sebagai MPASI untuk Pencegahan Stunting’.

Stunting telah lama menjadi momok dan permasalahan yang serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Menurut standar WHO, prevalensi stunting harusnya kurang dari 20%. Hal ini menunjukkan bahwa angka stunting Indonesia masih tinggi. Berlandaskan latar belakang tersebutlah acara Web Seminar ini diadakan.

Acara ini telah dihadiri oleh lebih dari 300 partisipan dari berbagai instansi di seluruh Indonesia, seperti Universitas Airlangga, Universitas Lampung, Universitas Tadulako, RSIA Paradise, RSUD Raja Ampat, RSUD Mandau Riau, serta instansi lainnya. Kata sambutan disampaikan langsung oleh Dr. Esi Emilia, M.Si. selaku Ketua Prodi Gizi

“Kegiatan Webinar ini dilaksanakan oleh panitia mahasiswa Gizi angkatan 2020 di mana ini adalah kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun untuk melatih mahasiswa untuk menerapkan ilmu dari mata kuliah terkait kegiatan ini, yakni Dietetika Penyakit Infeksi serta mata kuliah Seminar. Jadi ini merupakan tugas nyata dari mata kuliah ini,” tutur Dr. Esi Emilia, M.Si.
Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd. kemudian secara resmi membuka acara tersebut. Beliau menyatakan, “stunting di Indonesia ini masih sangat bermasalah di mana anak yang berusia di bawah 2 tahun mengalami gagal tumbuh. Setiap daerah di Indonesia memiliki masalah ini sehingga kita dari akademisi tentu saja perlu ikut serta untuk memecahkan persoalan ini,” tutur Prof. Dr. Harun Sitompul, M.Pd.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh dr. Dina Noviyanti Ginting yang merupakan seorang dokter di Puskesmas Jati Makmur Kota Binjai dan Bibi Ahmad Chahyanto, S. Gz., M.Si. selaku Staf Dinas Kesehatan Labuhan Batu Utara dan Ketua DPC Persagi Labura. dr. Dina menyampaikan bahwa stunting itu dapat berdampak untuk jangka panjang, yaitu akan terganggunya perkembangan anak, tidak hanya fisik, tetapi mental, intelektual, dan kognitif juga berpengaruh pada anak. Anak stunting memiliki usia yang sama dengan teman seusianya, tetapi tinggi badannya jauh berbeda atau tidak normal menurut usianya. Hal tersebut dapat terjadi dimulai dari masa kehamilan hingga usia bayi atau balita.

Bibi Ahmad Chahyanto, S.Gz., M.Si. menambahkan, untuk mencegah stunting perlu diketahui standar emas pemberian makan bayi dan anak yang salah satunya adalah memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) mulai umur 6 bulan. MPASI ini sangat penting, karena terdapat peningkatan kebutuhan energi seiring bertambahnya usia bayi.

MPASI pangan lokal merupakan makanan yang dapat diolah di rumah atau di posyandu, terbuat dari makanan yang tersedia di wilayah setempat, harga mudah dijangkau, dan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Staf Dinas Kesehatan Labuhan Batu Utara tersebut juga memaparkan beberapa contoh MPASI pangan lokal yang dapat dicoba, seperti bubur singkong kukuruyuk saus jeruk (menu untuk 6 – 8 bulan), nasi tim ikan telur sayuran (menu untuk 9 – 11 bulan), sup ikan air tawar labu kuning (menu untuk usia 12 – 23 bulan), serta menu MPASI lainnya. Beliau juga menyampaikan bahwa selama ini orang tua kurang mengetahui resep makanan sehingga membuat anak bosan. Diperlukan variasi makanan bergizi untuk mendorong peningkatan asupan makan anak.

Kru : Cinta Maulida

Related articles

Recent articles