12.9 C
New York

Markusip, Tradisi PDKT Kaula Muda Tapsel Tempo Dulu

Published:

Indonesia adalah negara dengan anugerah kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa oleh Tuhan yang Maha Esa. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan budaya pada setiap daerah dan suku bangsa di Indonesia, termasuk dalam hal bagaimana kaula muda membangun hubungan asmara dengan lawan jenisnya atau yang lebih dikenal dengan PDKT (pendekatan). Masyarakat Mandailing yang mendiami salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Selatan (Tapsel) memiliki tradisi cukup unik, berkaitan dengan hal ini yang dikenal dengan sebutan markusip.

Layaknya aktivitas PDKT yang sering dilakukan pemuda zaman sekarang, markusip dilakukan dengan tujuan mencari tambatan hati atau kekasih. Hal tersebut dilakukan pada saat malam hari hingga larut malam secara diam-diam agar tidak ada orang yang mengetahuinya. Markusip sendiri berasal dari kata usip(Mandailing) yang berarti bisik. Penambahan mar pada awal kata menunjukkan fungsi kata kerja yang menjadikan kata markusip dapat diartikan sebagai berbisik. Aktivitas markusip dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. Pihak laki-laki bertindak sebagai pemeran aktif yang disebut denganbayo parkusip. Pihak perempuan akan menjadi target bagi bayo parkusip

Markusip dilakukan pada sebuah tempat atau rumah yang disebut bagas partandangan ni bujing-bujingBagas partandangan ni bujing-bujing merupakan rumah yang digunakan oleh para gadis tempo dulu untuk tidur bersama. Dahulu, di daerah Tapanuli Selatan, memang sudah menjadi tradisi bahwa gadis yang sudah memasuki masa pubertas tidak akan tidur bersama orang tuanya lagi, tetapi tidur bersama rekan-rekannya di sana. Di tempat tersebut, para gadis hanya menumpang tidur, besok paginya mereka akan kembali ke rumah orang tua masing-masing.

Pada saat markusipbayo parkusip tidak bisa bertemu wanita idamannya secara fisik, karena pertemuan antara keduanya akan dibatasi dengan dinding rumah sebagai pembatas dan penghalang. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi sesuatuyang tidak diinginkan. Kaula muda yang melakukan tradisi ini akan berbincang dengan cara berbisik. Biasanya bayo parkusipakan menciptakan bahan obrolan untuk dapat menarik hati si gadis.

Aktivitas markusip tidak lepas dari aturan adat istiadat Mandailing yang selalu mengedepankan keagamaan, kepatutan,dan kesopanan dalam pergaulan sosial. Sayangnya, tradisi unik ini telah ditinggalkan seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern. Padahal markusip sangat menarik dan spesial,karena mungkin saja tidak dapat ditemukan pada tradisi suku lain.

Ckb: Ali Ahmatul Umri Hasibuan

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles