Mahasiswa Sasindo Unimed Raih Juara III Peksiminas
Jember, Persma Kreatif — Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan (Unimed), Samira Dea Sapana, berhasil meraih Juara III pada cabang lomba baca puisi dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026. Kompetisi tersebut berlangsung di Universitas Jember pada 8 hingga 10 September 2026.
Samira menjadi perwakilan Sumatera Utara setelah sebelumnya mengikuti seleksi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Sumatera Utara. Prestasi tersebut membawanya melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional dan bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam perlombaan, Samira membawakan dua puisi, yaitu “Ke Pelabuhan” karya Toety Heraty sebagai puisi wajib dan “Tanah Air Mata” karya Sutardji Calzoum Bachri sebagai puisi pilihan. Ia memilih “Tanah Air Mata” karena merasa puisi tersebut sesuai dengan karakter dirinya.
“Saya merasa hidup dengan puisi itu,” ujar Samira.
Persiapan menuju Peksiminas dilakukan melalui latihan rutin bersama sejumlah sastrawan Sumatera Utara, di antaranya Raudah Jambak dan Teja Purnama. Samira juga mendapatkan bimbingan langsung dari Ketua Program Studi Sastra Indonesia Unimed, Dr. Hera Chairunisa, S.sos., M.Si.
Menurut Samira, salah satu tantangan selama persiapan adalah menyesuaikan teknik pembacaan puisi yang diperoleh dari para sastrawan dengan pembelajaran yang sebelumnya ia terima. Ia perlu beradaptasi dengan penggunaan nada serta teknik pengaturan napas, terutama ketika membawakan puisi dengan nada tinggi.
“Harus menyesuaikan diri dengan nada-nada baru dan bagaimana cara mengambil napas ketika baca puisi nada tinggi agar tidak kehabisan suara,” ungkapnya.
Pada ajang tersebut, Juara I diraih oleh Universitas Gunadarma, DKI Jakarta, sedangkan Juara II diraih Universitas PGRI Sumenep. Samira yang mewakili Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara, menempati posisi ketiga.
Atas pencapaian tersebut, Samira mengaku bangga dan senang karena berhasil membuktikan kemampuannya di tingkat nasional.
“Saya berhasil membuktikan bahwa saya mampu berada di sana,” tuturnya.
Ke depan, Samira berharap pencapaian tersebut menjadi bagian dari proses untuk terus berkembang dan memperoleh pengalaman pada berbagai ajang seni dan sastra berikutnya.
