23.5 C
New York

LPM Pijar USU Selenggarakan PJTD In-depth Journalism “Menyelami data, Menyajikan Fakta”

Published:

Mengusung tema “In-depth Journalism”, LPM Pijar USU mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) secara virtual melalui Zoom Meeting dari tanggal 08 – 11 Februari 2021. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan berbagai LPM di beberapa kampus di Indonesia serta kru magang yang dibawa oleh Pijar sendiri.

Menjelang hari kegiatan PJTD diselenggarakan, Pijar mengadakan briefing pada tanggal 05 Februari 2021 bersama para peserta sebagai bentuk perkenalan serta penjelasan mengenai rundown acara yang akan berlangsung selama beberapa hari. PJTD hari pertama dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa. Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh pembina yaitu bapak Safrin, lalu kata sambutan ketua panitia oleh Ronaldo dan kata sambutan dari Star Munthe selaku Pimpinan Umum (Pimum) Pijar.

Dalam kesempatannya menyampaikan sambutan, pembina mengucapkan selamat kepada Pijar yang hampir setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan PJTD sebagai bentuk tradisi. Beliau berharap ke depannya akan muncul wartawan-wartawan yang memahami jurnalistik, sehingga industri jurnalistik di negara kita akan tetap terus ada sampai akhir masa. “Jurnalistik tak ada matinya, saat ini mungkin dari cetak beralih ke online, dari online mungkin saja beralih ke podcast, dan seterusnya. Mulailah berkarya, tetapi jika sudah menyukai jurnalistik satu hal yang paling penting adalah menulis, menulis, dan menulis.” Ujarnya.

Dipenghujung sambutannya, pembina merasa menurutnya In-depth Jurnalistik ini sudah mendalam pembahasannya untuk digolongkan ke dalam PJTD. Hal tersebut langsung dipaparkan oleh Star Munthe alasan Pijar mengusung tema tersebut, “… melihat urgensi situasi sekarang, sebenarnya kita harus mempelajari hal yang lebih rumit dan hal yang lebih penting. Jika kita mencari di media online sekarang, banyak sekali tulisan-tulisan yang bersifat hard news dan soft news. Sangat jarang kita dapat menemukan tulisan yang bersifat In-depth karena untuk menulis In-depth membutuhkan waktu yang lama.”

Pimum Pijar ini memulai kata sambutannya dengan dengan premis ‘Hari ini kita berada dalam lingkaran setan. Lingkaran setan industri media.’ Ia menuturkan maksud dari premisnya, “… di industri media sekarang, karya jurnalistik yang sering kita alami yaitu kita sering menyalahkan sebagai pembaca, pihak-pihak media yang mengeluarkan berita-berita yang tidak mengikuti azas-azas jurnalistik, lebih mengutamakan kecepatan daripada keakuratan, lebih mementingkan rating daripada kualitasnya itu sendiri. Pembaca mungkin menyalahkan jurnalis. Awak-awak redaksi yang ada di media menyalahkan pemilik atau pemegang kekuasaan media tersebut. Kemudian pemilik atau pemegang kekuasaan media menyalahkan pembaca, karena pembaca lebih suka membaca hal-hal yang seperti itu, yang sensasional, cepat daripada akurat.”

Sehubung dengan hal tersebut Star Munthe mengajak para peserta untuk mengakhiri lingkaran setan itu dengan literasi media, dengan cara memilih dan menilai informasi, kritis dan skeptis dalam menentukan media mana yang harus dibaca dan didukung. Ia pun meminta agar media pers supaya lebih galak atau berani untuk menghasilkan karya-karya in-depth, sebab sebenarnya hal tersebut yang akan menentukan wajah pers nasional kedepannya.

Kru: SSAR

Related articles

Recent articles