12.9 C
New York

Kampus Mengajar: Ajang Pembentukan Karakter dan Moral Siswa

Published:

Program kampus mengajar merupakan salah satu program dari Kampus Merdeka Kemendikbud dalam kurun waktu satu semester. Banyak alasan yang melatarbelakangi mahasiswa mengikuti program kampus mengajar ini, beberapa diantaranya yaitu menambah ilmu yang tidak didapat dibangku kuliah, menambah pengalaman mengajar, ingin mengabdi,
dan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa pada masa pandemi seperti ini. Berikut yang disampaikan oleh Maria Simorangkir, salah seorang mahasiswi yang mengikuti program kampus mengajar.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak 02/08/2021 ini berjalan dengan lancar, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa kegiatan belajar mengajar saat pandemi seperti ini mengalami kemerosotan, “salah satunya menurunnya moral siswa”, kata Maria. Di sekolah 125542 tempat Maria dan teman-
temannya mengajar ini ada beberapa siswa yang bisa dikatakan tidak sopan berkata kepada guru, hal ini dikarenakan pembelajaran dilakukan via daring (dalam jaringan) sehingga siswa tidak dibimbing secara langsung oleh guru.

“Selanjutnya masalah media pembelajaran. Ada beberapa siswa yang tidak memiliki gawai untuk belajar, sehingga para mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar di sekolah dasar negeri yang terletak di jalan Medan-Pematang Siantar ini membuat alternatif yaitu dengan melakukan pembelajaran luring tetapi
jumlah siswa yang hadir dibatasi, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.” Terang Maria.

Maria juga menyatakan bahwa dengan belajar luring ini tidak hanya
mengatasi problematika media pembelajaran tetapi juga dapat membentuk karakter dan moral siswa kembali. Selama melaksanakan program kampus mengajar, mahasiswi yang berasal dari program studi Sastra Indonesia ini mendapat banyak pelajaran seperti tahu bagaimana trik menarik minat belajar siswa, belajar sabar dalam mendidik, serta menumbuhkan kembali semangat siswa dalam belajar.

“Semoga kedepannya pandemi cepat berakhir agar proses belajar mengajar dapat dilakukan secara tatap muka sehingga pembelajaran terlaksana lebih maksimal.” Harap Maria. Ia juga mengharapkan agar siswa di sekolah 125542 tidak patah semangat meraih mimpi di tengah pandemi seperti ini dan tetap menerapkan norma-norma walaupun telah mengenal kecanggihan teknologi.

“Satu hal yang selalu saya renungi. Saya suka banget dengan kutipan Nelson Mandela, yaitu ‘Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia karena dengan pendidikan anda dapat mengubah dunia’.” Tutupnya.

Kru: Rizky Khairunnisa

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles