25.1 C
New York

ISLAMIC MARCHING FEST 2023: Gaungkan Budaya Islamic dalam Marching Band

Published:

Medan, Persma kreatif– Series Nusantara Islamic Culture Festival tahun ini diadakan di pelataran Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan pada Rabu (17/05) yang dibuka dengan Islamic Marching Fest (IMF), sebuah ajang perlombaan Marching Band dengan konsep Islam dan Kebudayaan Nusantara yang ditampilkan lewat bunyi, gerak, dan busana dari kelompok Marching Band. Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok Seni Telangkai yang bekerja sama dengan Biro Kresna Provinsi Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan serta didukung oleh Komunitas Salam Ide dan Yayasan Simpassri.

Ketua Pelaksana Ifwanul Hakim menjelaskan bahwa Islamic Marching Fest merupakan sebuah brand baru yang diciptakan di dunia marching band, dimana selama ini marching band biasanya hanya berkiblat pada budaya barat, baik melalui lagu maupun instrumen. Namun, kali ini IMF mencoba kolaborasi dengan nada ketimuran yang berkonsep pada budaya islamic lewat aransemen musik, pilihan lagu, tampilan busana yang menunjukkan gaya-gaya keislaman, serta pilihan alat musik rebana yang sebelumnya tidak pernah ada dalam instrumen marching band. Islamic disini bukan berkonotasi pada agama, melainkan kebudayaan islam, khususnya islam nusantara.

Adapun tema besar dari series tahun ini yaitu ‘Nusantara Islamic Culture Festival’, sebuah festival islam yang berpengaruh pada kebudayaan nusantara atau sebaliknya. Tahun 2023 ini diselenggarakan dalam bentuk series (salah satunya IMF) dan direncanakan pula pada tahun berikutnya akan diadakan series-series lainnya.

“Harapan besar dengan adanya kegiatan ini yaitu munculnya inovasi-inovasi baru khususnya pada dunia marching band agar tidak berhenti sampai pada pola-pola yang sudah ada saja, tetapi juga berkembang kepada konsep-konsep baru, sehingga kreatifitas dan semangat para peserta marching band kian bertambah. Kegiatan ini tentunya dapat menjadi wadah untuk menambah perbendaharaan berbagai perlombaan baru bagi tim marching band, pesertanya semakin banyak, konsepnya semakin matang, dan persiapannya semakin baik lagi kedepannya,” jelas Ifwanul saat diwawancarai oleh reporter.

Sebelumnya seleksi telah dilakukan lebih dari 20 marching band di SMP dan SMA se-Sumatra Utara, hingga tersisa menjadi 4 peserta terbaik untuk ditampilkan di final pada hari ini. Terdapat dua kategori yang dibagi menjadi Parade Carnaval dan Concert, tiap kategori terdiri dari dua divisi, yaitu SMP/SMA Non Logam dan Open Class.

Juara 1 pada Divisi SMP/SMA Non Logam dengan kategori lomba parade carnaval dan Concert dimenangkan oleh Drum Band Nur Adia, disusul Drum Band SMP Negeri 34 Medan sebagai Juara 2.
Kemudian, Juara 1 pada Divisi Open Class dengan kategori yang sama dimenangkan oleh Drum Corps Sumatra Tanjung Morawa, disusul Drum Corps Swat Reborn Tembung sebagai Juara 2.

Kru : Dewi & Lala

Related articles

Recent articles