15.3 C
New York

Ibadah I UKMKP UNIMED: Pergumulan Hidup Perspektif Bang Salem

Published:

Salah satu UKM Universitas Negeri Medan yang bergerak dalam bidang Kerohanian, UKM-KP; pada Jumat, 05 Maret 2021 telah melaksanakan program pertama kepengurusan 2021, yaitu ibadah I dengan tema “Terbentur atau Terbentuk” dengan melibatkan pembicara ulung Bang Salem Limbong.

Ibadah I yang mengangkat tema “Terbentur dan Terbentuk” ini dilaksanakan secara live streaming melalui akun youtube, UKMKP UNIMED TV siang tadi pukul 12.00 – 13.30 WIB. Dalam khotbah yang disampaikan bang Salem Limbong mengatakan penderitaan terkadang datang sejak awal, seperti lahir di keluarga miskin atau lahir dalam kondisi yang sedang sangat sulit. Ada pula penderitaan yang datangnya tidak terduga. Bahkan ada pula penderitaan yang datang terus menerus. Pertanyaan yang akan terus muncul, ‘Mengapa penderitaan itu ada?’ Bahkan ketika teknologi terus berkembang, mengapa penderitaan masih ada? Saat ini bahkan perkembangan teknologi membuat penderitaan itu semakin bervariasi, seperti saat ini banyak orang yang menjadi korban bullying media sosial atau anak yang sering bermain games yang membuat orang tua merasa kehilangan sosok anak begitu sebaliknya orangtua.

“Alkitab mencatat penderitaan yang nyata menderita, juga menceritakan penderitaan Juru Selamat yang menderita dalam diri Yesus. Penderitaan Yesus pun sudah dimulai sejak Ia dikandung, karena Raja Herodes ingin membunuhnya, ditolak dari tempat-tempat persalinan, Ia dibenci, ditolak, dihina bahkan hingga disalibkan dan mati. Teruslah yakin bahwa Yesus mendengar setiap jeritan penderitaan kita, karena Ia terlebih dahulu telah merasakan penderitaan.” Ucap Bang Salem.

Bang Salem Limbong bersaksi akan kehidupan yang telah dilaluinya bahwa dahulu beliau merasa sangat tercukupi untuk kebutuhannya dan tidak merasa khawatir akan finansialnya karena derajat orangtuanya di kampung halaman, namun beliau mendapat penolakan dari orangtuanya karena mengikuti organisasi kerohanian di kampusnya saat itu dan diultimatumkan untuk berhenti. Jika tidak, selama perkuliahan beliau di Medan tidak akan dibiayai orangtuanya juga biaya kuliah. Ternyata bang Salem tetap memilih organisasi yang membuatnya mengenal Yesus. Sehingga selama tinggal di Medan beliau hidup sendiri tanpa bantuan finansial dari orangtuanya. Pada saat itulah beliau sungguh merasakan pergumulan Terbentur atau Terbentuk. Beliau sangat bersyukur bahkan dalam kondisinya yang sulit, Yesus tetap memelihara kehidupannya dalam bentuk selalu memberi kecukupan pada bang Salem. Saat banyak hal yang menariknya untuk terjerumus dalam dunia gelap (narkotika, rokok) tapi karena pemeliharaan Tuhan, beliau terhindar dari dunia gelap yang mengintainya.

Hidup kita akan selalu betemu dengan kondisi pergumulan Terbentur atau Terbentuk, tapi mari terus evaluasi diri kita dan terus lihat pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita hingga kita jauh dari kegelapan dan hidup di dalam terang Tuhan.

Kru : dwi girsang

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles