Share

GSM Gelar Wisuda Apresiasi Relawan Batch 18 Sekaligus Rayakan HUT Ke-10

Penulis: Rama Yani

Medan, Persma Kreatif- Gerakan Sumut Mengajar (GSM) menggelar Wisuda Apresiasi Relawan Pengajar
Muda batch 18 yang diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun GSM ke-10 di Aula Rajinal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, pada hari Minggu (26/10/2025).

Presiden Sumut Mengajar sekaligus ketua panitia, Ade Fadilla, S.Pd., menjelaskan bahwa wisuda apresiasi menjadi bentuk penghargaan bagi relawan yang telah menyelesaikan oengabdian di desa selama dua minggu.

“Output dari pengabdian ini adalah apresiasi bagi mereka yang telah mengabdi di desa dan kali ini juga sekaligus perayaan HUT GSM yang ke-10 tahun,” jelasnya.

Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, ST., M.Eng.Sc., mewakilkan Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas DP3AKBP sekaligus Pembina GSM, Dwi Endah Purwati, S.S., M.Si., dan Direktur Eksekutif GSM, Fauza Qadriah, S.H., M.H., serta tamu undangan, alumni, calon relawan batch 19 dan orang tua Wisudawan.

Rangkaian acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GSM. Setelah itu, tampilan persembahkan tarian GSM yang memukau para hadirin.

Ketua Panitia, Ade Fadilla, S.Pd., menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan kegiatan pengabdian relawan pengajar muda. Dalam laporannya, dijelaskan bahwa total wisudawan Batch 18 yang menjalani pengabdian periode Juli-Agustus 2025 mencakup Fully Funded sebanyak 13 orang, Samosir 30 orang, Serdang Bedagai 13 orang, dan Tanah Karo 31 orang, dengan jumlah seluruh wisudawan mencapai 158 orang. Selain wisuda, acara ini juga menjadi momentum pembekalan bagi calon relawan Batch 19 yang akan mengabdi di enam wilayah, yaitu Samosir, Tanah Karo, Batu Bara, Pakpak Bharat, Nias, dan Sibolga.

Direktur Eksekutif Sumut Mengajar, Fauza Qadriah, S.H., M.H., menegaskan komitmen GSM untuk terus berkontribusi bagi pendidikan di daerah.

“Kami lahir di Sumut, kami siap mengabdi di Sumut,” ujarnya dengan semangat.

Kepala Dinas DP3AKBP sekaligus Pembina Sumut Mengajar, Dwi Endah Purwati, S.S., M.Si., juga memberikan arahan dan bimbingan kepada para relawan. Beliau menekankan pentingnya peran relawan dalam memajukan pendidikan di daerah-daerah terpencil.

Selanjutnya, arahan dan bimbingan dari Gubernur Sumatera Utara diwakili oleh Staf Ahli Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, ST., M.Eng.Sc.

“Saya berharap setelah satu dekade GSM menjadi rumah bagi anak, tempat belajar dan menginspirasi. Semoga semangat ini terus bertumbuh,” ujarnya.

Acara turut diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan hari jadi GSM ke-10, diikuti dengan sesi foto bersama, serta persembahan berupa tarian dari tim GSM kembali memeriahkan suasana.

Prosesi wisuda relawan Batch 18 dipimpin oleh Direktur Eksekutif dan Pembina GSM, di mana para wisudawan secara resmi dinyatakan telah menyelesaikan pengabdian mereka dengan baik.
Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan persembahan puisi berjudul “Aku Melihat Indonesia” karya Bung Karno yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Kemudian, dilakukan penayangan video dari Deepublish yang merekam perjalanan para relawan selama pengabdian.

Acara dilanjutkan dengan pengumuman pengajar muda dan penggerak terbaik, kemudian dilakukan ikrar relawan yang dipandu oleh pengajar muda terbaik.

Setelah itu, Sudawarti, S.Pd., perwakilan orang tua/wali wisudawan, menyampaikan pesan dan kesannya. Acara ditutup oleh MC dengan Persembahan IV berupa lagu penutup.

Ade berpesan untuk para relawan batch 18 untuk tetap melanjutkan pengadiannya di manapun dan kapanpun karena pengabdian masyarakat merupakan bukti darma dari perguruan tinggi.

Ade juga berharap semoga GSM
Semakin bermanfaat dan dikenal lebih luas.

“Kalau untuk pesan untuk Sumut Mengajar sendiri, karena ini hari anniversary semoga Sumut Mengajar semakin bermanfaat, semakin luas lagi dikenal banyak orang dan pastinya juga semakin maju dan berkembang,” tutup Ade.

Meryana Panjaitan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Bilingual,.Stambuk 24, Universitas Negeri Medan yang telah mengabdi selama 14 hari, dari tanggal 6 Juli sampai dengan 20 Juli 2025 di Samosir, tepatnya di Huta Tinggi.

“Saya tertarik menjadi relawan pengajar muda karena ingin berbagi ilmu dan pengalaman dengan generasi muda serta membantu mereka berkembang dan mencapai potensi terbaiknya. Menjadi relawan juga memberikan kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama serta menambah pengalaman apalagi saya jurusan kependidikan sehingga volunteer ini selaras dengan minat saya,” ungkapnya.

Pengalaman paling berkesan bagi Meryana adalah melihat antusiasme anak-anak yang sangat tinggi dalam belajar.

“Bahkan mereka rela datang ke rumah orang tua asuh setelah pulang sekolah untuk belajar bersama. Sikap sopan dan penghargaan mereka terhadap relawan pengajar muda juga sangat menyentuh hati. Masyarakat setempat membuat pengalaman yang indah,” ungkapnya.

Meryana berharap kegiatan GSM terus berlanjut dan memberikan dampak positif.

“Semoga relawan berikutnya dapat melanjutkan semangat dan dedikasi dalam mendidik dan memotivasi anak-anak,” pungkasnya.

You may also like