asd
24.5 C
New York

Feminisme dalam Islam adakah?

Published:

Medan, Persma Kreatif—Forum Jurnalistik Muslimah Ideologis ( FJM.ID) mengadakan diskusi publik secara virtual melalui platform zoom meeting, dengan mengusung tema “Feminisme Dalam Islam Adakah?”. Minggu (20/03/22). Acara ini diikuti sekitar 20 peserta yang hadir secara virtual. Yanti Kumala Sembiring, S. Pd. dan Roxsana Devi Tumanggor, MNurs. selaku pemateri.

Materi pertama yakni Yanti Kumala Sembiring, S. Pd. memaparkan mengenai “Adakah Feminisme dalam Islam?”, menurut Yanti, feminisme Islam tidak ada, yang ada hanya Islam. Dimana nilai-nilai feminisme itu jauh berbeda dengan nilai-nilai Islam.

“Feminisme merupakan pemahaman dari barat yang dapat mempengaruhi nilai-nilai budaya dan cara pandang, tapi feminisme adalah buatan manusia, sementara Islam sendiri adalah pemahaman langsung dari Allah, jadi sebenarnya feminisme Islam tidak ada, yang ada hanyalah Islam.”

Menurut Yanti, Islam tidak memandang rendah perempuan, dimana Islam sudah menetapkan bahwa laki- laki dan perempuan sama, dimana laki – laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam pendidikan, politik, hukum dan lain-lain. Islam juga menetapkan peran dalam pernikahan, laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama, tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah, suami yang pencari nafkah bukan berarti dia lebih baik dari perempuan yang dirumah dan mengurus rumah tangga. Semua itu adalah setara.

Pemateri kedua yakni Roxsana Devi Tumanggor MNurs. memaparkan mengenai “Dampak destruktif feminisme bagi Muslimah khususnya dalam pernikahan”. Dampak tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu pernikahan, peran keibuan dan peran keluarga, terakhir kehidupan perempuan, laki-laki dan anak. Dimana pemikiran feminisme mulai merusak hubungan pernikahan, dengan isu-isu kesetaraan dalam pernikahan untuk perempuan. 

“Seperti yang kita ketahui angka-angka pernikahan di Negeri Muslim, khususnya Indonesia menurun. Belum lagi angka perceraian yang malah meningkat setiap tahun. Angka pernikahan menurun karena setelah terjadinya pernikahan tugas domestik rumah tangga dianggap sebagai tugas wanita, sehingga perempuan tidak bisa berkarir, hal-hal ini yang membuat ketakutan perempuan untuk tidak menikah dan menolak untuk menjadi ibu.” Ucap Roxsana

“Saat ini pun, ide-ide feminisme yang dikumandangkan sudah sangat jauh dari awal. Dimana hanya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan yang tertindas, sekarang meminta kesetaraan gender, bahkan mereka sudah mulai menyosialisasikan LGBT, yang sudah jelas bertentangan degan Al-Quran terutama Islam.” Ucap Yanti.

admin

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles