15.3 C
New York

Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh: Para Stakeholder Harus Duduk Bersama dalam Mengaktualisasikan Penyelenggaraan Belajar Tatap Muka

Published:

Senin, 10 Mei 2021, Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan mengadakan webinar Pendidikan. Substansi program tersebut adalah upaya memperingati hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 Mei lalu. Menghadirkan dua Pemateri yang berkompeten, yakni Muhammad Aulia Agsa, S.T, M.H. selaku anggota DPRD Sumut Komisi E fraksi Gerindra, dan Dr. H. M. Joharis Lubis, MM., M.Pd. yang merupakan Dosen Pasca Sarjana Unimed.

Mengusung tema “Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Merangkai Pembelajaran Tatap Muka”, program webinar pendidikan ini dimulai pada pukul 14.00 WIB. “Sekarang kita bisa melihat bagaimana Pendidikan yg berkembang sampai hari ini. dan PJJ mejadi pembahasan yang cukup seksi. PJJ banyak merenggut pro dan kontra, inilah yang menjadi substansi SEMA menghadirkan webinar ini sebagai bahan evaluasi pendidikan. Jika ditanya, tentunya kita semangat untuk belajar lagi. Namun, pertanyaannya adalah apakah hari ini kita sudah siap menjalani pembelajaran tatap muka? Semoga hari ini kita bisa mendapatkan jawaban di webinar ini. Semoga kita mendapatkan jawaban pasti, bukan jawaban yang retoris. Harapannya semoga teman-teman dapat menerima dengan baik materi yang akan diberikan. Semoga kita bisa memperoleh pengetahuan lebih banyak lagi dan lebih jauh lagi. Apa yang perlu kita lakukan? Dan apa persoalan yang harus kita hadapi? Untuk menjawab itu, kita harua belajar peka di sini.” Ucap Ketua Senat Mahasiswa Unimed, Rayanda Alfathirah.

Pembahasan substansi lagi komprehensif seputar evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pokok serius webinar ini. Begitu pula dengan pro kontra yang hadir di tengah pembelajaran daring, “kebanyakan dosen salah implementasi. Mereka hanya memberi modul dan menyuruh mahasiswa mengerjakan tugas. Tak hanya itu, ditemukan banyak hambatan di tengah Pembelajaran Jarak Jauh. Kendala lain yang dihadapi salah satunya adalah keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, keterbatasan prasarana teknologi seperti handphone, komputer, atau laptop, kesulitan akses internet, hingga keterbatasan kuota.” Ucap Pemateri pertama, Muhammad Aulia Agsa.

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh banyak merugikan peserta didik, “tentu saja akan memberikan dampak buruk bagi masa depan bangsa Indonesia. Pemerintah daerah perlu memainkan peran lebih aktif dalam membantu sekolah tanpa harus menunggu inisiatif dari Pemerintah pusat. Jadi, Pemerintah ini sebenarnya harus memulai program peningkatan kapasitas berskala besar agar dapat menjalankan pembelajaran jarak jauh agar lebih baik di seluruh wilayah. Sebelumnya saya pernah protes pada Pak Gubernur. Kenapa tempat seperti diskotik, mall, pasar dibuka? Sementara sekolah tidak. Di sini saya kecewanya kepada pemerintah daerah.” Aku Anggota DPRD Komisi E tersebut.

Sementara Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Dr. H. M. Joharis Lubis, MM., M.Pd. selaku Pemateri kedua mengaku mendukung pembelajaran tatap muka. “Rata-rata kompetensi anak-anak rendah saat masa PJJ. Memang urgensi tatap muka bagi dunia pendidikan harus kita mulai. Jika kita kembali ke belakang, kedisiplinan dan konsistensi penanganan Covid-19 lah yang merupakan kunci pembelajaran tatap muka dapat dilakukan. Yang menjadi kritik dan harapan saya adalah para stakeholder harus duduk bersama dan mengaktualisasikan penyelenggaraan belajar tatap muka. Jangan jalan-jalan sendiri saja tiba-tiba kita lihat muncul surat edaran. Hadirkan guru, mahasiswa, dosen, serta orang-orang yang terkait.”

Lebih jauh, Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia wilayah SUMUT ini menjelaskan bahwa indikator prioritas tatap muka di sekolah meliputi sekolah yang berada di zona hijau, siap fasilitas belajar dan kesehatan, sekolah yang banyak siswanya memiliki hambatan dalam fasilitas belajar daring, hingga izin orang tua. “kegiatan akademik seperti praktikum, seni, dan olahraga adalah jenis kegiatan yang harus dilakukan secara tatap muka agar dapat tersampaikan dengan baik. Sekolah harus sudah siap, pemerintah harus sudah siap, orang tua harus sudah siap, bahkan masyarakat harus sudah siap. Terutama dalam melakukan vaksinasi. Harus dibagi secara masif vaksin atau vitamin itu.” Tutup Dr. H. M. Joharis Lubis, MM., M.Pd.

admin
adminhttp://persmakreatif.com
Hai, ini saya Admin Persma Kreatif. Apakah kamu punya Pertanyaan dan Saran? Biarkan saya tau!, Kirimkan ke Email kami perskreatiftim@gmail.com atau Melalui Intagram @Persmakreatif

Related articles

Recent articles