15.3 C
New York

Diskusi Publik Isu Lingkungan Penanggulangan Bencana dan Risiko

Published:

Medan, Persma Kreatif – Nutrihub Medan menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Teknis Penanggulangan Bencana dan Risiko.” Acara ini dilaksanakan di Nutrihub Medan, Jalan Sei Besitang, Gang Baru No 16 dan dihadiri sekitar 30 peserta. Jumat (20/1) pada pukul 14.50 WIB.

Acara dibuka oleh Zulqadri selaku moderator, dengan sedikit memberi pemaparan mengenai judul terkait. Acara ini mengundang narasumber dari Tim Penanggulangan Bencana yaitu Reza Fahlevi Chan dan dihadiri oleh Duta Genre Sumut, Duta Bahasa Sumut, Duta Pariwisata Sumut, Duta Siswa Sumut dan Forum Anak Sumut.

“Negara Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng tektonik aktif, itulah alasan mengapa Indonesia menjadi negara yang rawan bencana, terutama bencana gempa bumi dan tsunami. Beragam bencana yang terjadi dengan banyaknya korban dan kerusakan disebabkan masih banyak masyarakat yang belum memahami ancaman risiko bencana yang ada di sekitar mereka. Bahkan dari segi pengetahuan saja masih awam akan pengurangan risiko bencana tersebut,” ujar Reza.

“Bencana yang kerap terjadi merupakan tanggung jawab bersama. Tanggung jawab tentang pengurangan risiko bencana seharusnya menjadi tanggung jawab masing-masing orang. Yang terancam, yang tahu, yang tinggal di wilayah risiko bencana adalah masyarakat sendiri, sehingga masyarakat harus mampu menyelamatkan diri sendiri dengan edukasi bencana yang dimiliki. Karena bencana sesungguhnya bukanlah gempa bumi dan tsunami, tapi ketidaktahuan akan ancaman bencana yang ada di sekitar,” sambungnya.

“Banyak masyarakat yang kurang introspeksi diri. Bahkan masyarakat yang memiliki tempat tinggal dekat dengan sungai membuang sampah juga di sungai. Akan tetapi ketika bencana banjir muncul yang disalahkan adalah pemerintah,” tegas Reza.

“Pengetahuan akan kebencanaan tidak diberikan untuk membuat ketakutan dan kepanikan di tengah masyarakat, namun sebagai langkah kesiap siagaan dan kewaspadaan yang harus diciptakan agar masyarakat dapat hidup harmonis dengan alam. Sebagai masyarakat seharusnya dapat mengindahkan lingkungan sekitar dengan menjaganya dari kerusakan. Lestari atau tidaknya lingkungan sekitar itu tergantung ulah tangan masyarakat itu sendiri. Upayakan sebaik mungkin, dan ciptakan lingkungan yang sehat, begitulah seharusnya sikap masyarakat terhadap lingkungan,” tutupnya.

Melalui acara ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat merubah apa yang selama ini dilakukan agar perilaku pengurangan risiko bencana dapat diciptakan secara dua arah, dari bawah ke atas dari lingkaran sosial paling kecil yaitu keluarga sampai institusi pemerintahan maupun sebaliknya, karena kunci dari pengurangan risiko bencana adalah edukasi dan komunikasi.

Para peserta sangat antusias saat Reza memaparkan materi dan memberi kesempatan kepada mereka untuk tanya jawab. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Kru: Hafizna

Related articles

Recent articles