13.1 C
New York

Diskusi Kajian Online “Mudik VS Pulang Kampung”

Published:

Medan, (25/4/2020) Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan mengadakan Diskusi Kajian Online dengan tema “Mudik VS Pulang Kampung”. Diskusi ini dilakukan ditengah maraknya pemberitaan tentang pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai mudik dan pulang kampung yang berbeda arti yang disampaikannya saat diwawancarai oleh Najwa Shihab dalam tayangan Mata Najwa pada Rabu (22/4/2020). Awalnya, Najwa mengungkapkan data dari Kementerian Perhubungan bahwa sudah ada satu juta orang yang mudik lebih awal, lalu menanyakan kepada Jokowi bagaimana tanggapannya padahal Pemerintah telah melakukan pelarangan mudik. Presiden Jokowi dengan santainya menjawab, “Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung”. Menurut Jokowi, mudik hanya dilakukan menjelang hari lebaran. Sementara pulang kampung memiliki makna pekerja yang tinggal di Jabodetabek pulang ke kampung bertemu sanak saudara.

Maka dari itu, diskuis online ini pun dibuat untuk menjawab perdebatan akibat pernyataan Jokowi tersebut. Diskusi Kajian Online ini berlangsung sejak pukul 15.00 wib dan berakhir pada pukul 16.30 wib. Kepala Humas Unimed, Mhd. Surip, S.Pd., M.Si menjadi moderator dalam diskusi ini. Diskusi yang dilakukan melalui aplikasi webex ini diisi oleh lima pembicara yang merupakan ahli bahasa, yaitu; Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd. (Guru Besar Bahasa Indonesia Unimed), Dr. Abdurahman Adisaputera, M.Hum. (Dekan FBS Unimed), Dr. Wisman Hadi, M.Hum. (Kaprodi PBSI Program Pascasarjana Unimed), Dr. M. Oky F. Gafari, M.Hum. (Kaprodi Sastra Indonesia FBS Unimed), dan Mara Untung Ritonga, M.Hum., Ph.D. (Dosen Bahasa Indonesia FBS Unimed). Diskusi ini diikuti oleh 61 peserta yang terdiri dari pengulas, dosen, dan beberapa mahasiswa.

Dalam diskusi ini dibahas makna mudik dan pulang kampung yang berbeda. Dekan FBS Unimed, Dr. Abdurahman mengatakan bahwa asal-usul kata mudik secara leksikal bersinonim dengan kata pulang kampung, namun tidak ada sinonim yang absolut dan kata itu bisa berbeda sesuai fungsinya. Sementara itu, Guru Besar Bahasa Indonesia Unimed, Khairil Ansari membedakan kata mudik dan pulang kampung berdasarkan teori sintaksis, mudik adalah verba dan pulang kampung adalah frase endosentris, dan setiap kata bersifat dinamis. Mudik itu pulang kampung pada saat ada acara seperti natal, lebaran, imlek. Sedangkan pulang kampung itu waktunya tidak menentu dan diluar hari libur. Lain halnya dengan Mara Untung Ritonga yang menyatakan masalah pulang kampung atau mudik tidak seharusnya dipertentangkan, karena bahasa itu juga bersifat demokrasi, kata mudik lebih kecil cakupannya dan orang sumatera jarang menggunakan kata mudik. Kata mudik dan pulang kampung tidak bisa saling menggantikan pada konteks yang berbeda. Prof. Amrin Saragih yang juga bergabung dalam grup menyatakan tidak ada kata yang identik maknanya, secara filosofis jika bentuknya sudah beda maka maknanya sudah pasti berbeda. Dr. Elly Prihasti menyampaikan hal yang menarik “Hal ini menjadi heboh karena presiden yang mengatakan, kalau saya yang menyampaikannya mungkin tidak akan jadi masalah” tuturnya. Diskusi ditutup dengan simpulan yang disampaikan oleh Prof. Khairil.

Related articles

Recent articles