12.9 C
New York

Diskusi Daring SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri Unimed 2021

Published:

Universitas Negeri Medan telah mengadakan Diskusi Lolos ke Perguruan Tinggi Jalur SNMPTN, UTBK-SBMPTN dan Mandiri di Unimed Tahun 2021 secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan langsung di channel Youtube Unimedofficial pada 3-4 Februari 2021. Diskusi daring ini menghadirkan dua pembicara yaitu Dr. Restu, MS., selaku Wakil Rektor I Unimed dan M. Surip, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Humas Unimed. Diskusi daring ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dan dipandu oleh Febrina Gunawan, S.Pd., sebagai moderator. Diskusi daring ini bertujuan untuk memberikan informasi dan arahan kepada publik, terutama calon mahasiswa yang akan mengikuti UTBK-SBMPTN 2021.

Diskusi ini direncanakan dibuka langsung oleh Rektor Unimed, Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes., namun karena beliau berhalangan hadir sebab memiliki agenda lain, maka diskusi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor 1, Dr. Restu, MS., “Pertama salam dari bapak Rektor yang tidak bisa bergabung bersama kita, maka atas izin kita semua dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara sosialisasi dan diskusi ini secara resmi saya nyatakan dibuka”. Selanjutnya, beliau turut mengucapkan terima kasih kepada Kacabdis UPT kabupaten dan kota, kepala sekolah, guru BK, guru, serta siswa yang turut hadir dalam diskusi daring pada hari ini.

Diskusi dimulai dengan presentasi oleh pembicara pertama yaitu Dr. Restu, MS., yang menyampaikan informasi seputar SNMPT dan informasi lainnya yang terkait dengan pelaksanaan baik SNMPTN, UTBK-SBMPTN maupun Mandiri, yang sebenarnya sudah di sosialisasikan oleh LTMPT sejak bulan Desember tahun 2020 yang lalu. Beliau menjelaskan sesuai Peraturan Menteri setiap perguruan tinggi negeri diperbolehkan melakukan seleksi dalam tiga jalur yang pertama adalah jalur SNMPTN Kemudian yang kedua SBMPTN atau UTBK dan yang terakhir adalah jalur seleksi Mandiri oleh perguruan tinggi dengan masing-masing ketentuan kuota 20% untuk SNMPTN, 50% SBMPTN dan 30% Mandiri. Untuk tahun 2021 Unimed akan menerima sekitar 7.500 mahasiswa baru.
Peserta SNMPTN yang tidak lulus, dapat menggunakan akun LTMPT-nya untuk mengikuti SBMPTN. Siswa yang dapat mengikuti SBMPTN merupakan lulusan tahun 2019, 2020 dan 2021. Untuk SBMPTN registrasi akun akan dibuka pada bulan Februari hingga Maret 2021. Pelaksanaan UTBK 2021 akan dilaksanakan dalam 2 gelombang yang setiap harinya terdapat dua sesi, yaitu pagi dan siang. Untuk kelompok ujian, diantaranya saintek, soshum, dan campuran.

Pembicara kedua yaitu M. Surip, S.Pd., M.Si., melanjutkan diskusi yang diawali dengan mengingatkan kepada Kepala sekolah serta operator sekolah bahwa lima hari berikutnya adalah batas waktu finalisasi data sekolah untuk PDSS dan finalisasi siswa eligible yang akan di tutup pada 8 februari 2021 pukul 15.00 WIB. “Bagi siswa pendaftaran perlu diingat bagi siswa-siswi yang bergabung bersama dengan kita terutama siswa yang eligible, ialah siswa yang sudah memiliki akun LTMPT agar mempersiapkan diri mendaftar SNMPTN yang dimulai tanggal 15-24 Februari 2021. Jadi dalam waktu dekat dibuka pendaftaran” ucap M.Surip.

Selain itu, bagi siswa yang ingin mendapatkan beasiswa KIP kuliah dapat langsung mendaftar dan mendapatkan akun KIP Kuliah yang dapat digunakan untuk mendaftar SNMPTN maupun SBMPTN. Untuk mendaftar KIP Kuliah dapat langsung mengunjungi laman website KIP Kuliah.

Selain itu, Beliau menyampaikan kepada bapak/ibu kepala sekolah untuk mengikutsertakan guru BK dengan tujuan bapak/ibu guru BK dapat menguatkan siswa yang ingin mendaftar SNMPTN dalam pemilihan Prodi karena pemilihannya harus sesuai dengan minat dan bakat siswa. Beliau kemudian mengingatkan kepada siswa agar tidak asal dalam memilih prodi, karena nantinya jika siswa sudah dinyatakan lulus jalur SNMPTN maka siswa tidak dapat mengikuti SBMPTN karena sudah lulus jalur SNMPTN dan selain itu, keuntungan kembali bagi Bapak/Ibu dan seluruh siswa di Indonesia SMA-sederajat yang mengikuti UTBK-SBMPTN tahun 2021 nilai UTBK para siswa akan diminta oleh beberapa sekolah kedinasan untuk dijadikan indikator kelulusan. Sebelum diskusi berakhir, moderator membuka sesi tanya jawab. Partisipan dapat bertanya secara langsung kepada pewawancara, kemudian akan dijawab oleh pembicara.

Kru : Alviani

Related articles

Recent articles