Deklarasi KSD: Gerakan Sastra Virtual Dalam Pelestarian Sastra Daerah
Medan, Persma Kreatif — Penggiat sastra virtual yang terhimpun dalam Hago Literasi Puisi (HLP) serta Hago Puisi dan Sastra (HPS) yang didukung oleh beberapa akademisi juga praktisi sastra mendeklarasikan forum Keluarga Sastra Daerah (KSD). Pendeklarasian ini sebagai bentuk dari upaya mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan pemerintah.
GLN adalah program komprehensif yang digagaskan oleh pemerintah Indonesia untuk membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.
GLN bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan abad ke-21, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Didasari semangat literasi, para aktivis sastra di ranah virtual bersatu demi mewujudkan pembangunan bangsa melalui pelestarian sastra daerah.
Pemilihan sastra daerah sebagai pondasi pembentukan gerakan sastra berbasis virtual ini tidak lain untuk menunjukkan bahwa negara Indonesia kaya akan warisan kesusastraan daerah baik dalam ranah puisi, prosa mau pun drama.
KSD resmi dideklarasikan pada tanggal 20 Mei 2025. Menurut Rojul Syuja, selaku salah satu deklarator KSD, pemilihan tanggal tersebut direncanakan karena bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
“Kami memilih tanggal 20 Mei karena selaras dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional bahwa Indonesia mesti bangkit dan berjuang di segala aspek termasuk dalam aspek kesusastraan daerah. Bagi kami, pelestarian sastra daerah dianggap penting mengingat kekhawatiran punahnya warisan bahasa dan sastra daerah di Indonesia, sebab berdasarkan beberapa literatur, Bahasa Ternateno, Kajeli, Piru, Moksela, Palumata, Hoti, Serua, Nila, Tandia, dan Mawes merupakan bahasa daerah yang telah punah. Oleh sebab itu, kami ingin melestarikan bahasa daerah melalui pertunjukan sastra berbahasa daerah sebagai bentuk dukungan gerakan literasi baca tulis dan gerakan literasi virtual.”
Sementara itu, Dilla selaku pengurus HPS mengatakan bahwa sangat mendukung penuh setiap program KSD yang akan dijalankan di saluran virtual HPS.
“Sebagai ruang sastra berbasis virtual, tentu saja kami siap mendukung setiap kegiatan pertunjukan sastra berbasis bahasa daerah. Bagi kami, ini merupakan salah satu terobosan yang bagus bagi penikmat dan penghayat sastra di tengah gempuran sastra berbahasa asing.”
Sementara itu, Thata yang mewakili HLP merasa bahagia bisa ambil bagian dari kolaborasi pergelaran sastra daerah ini.
“Bagi Hago Literasi Puisi kegiatan pergelaran puisi Sunda-Indonesia ini seperti oase di tengah gurun sahara, sebuah harapan agar sastra daerah bisa didekatkan dengan generasi muda agar terjangkau pada kalangan milenial demi pembangunan kreativitas intelektual.”
Editor : Nency
