12.9 C
New York

Bahaya Penggunaan Aplikasi Zoom

Published:


Ditengah pandemi Covid-19 pemerintah mengeluarkan himbauan agar masyarakat melakukan social distancing dengan berdiam diri di rumah dan menerapkan sistem work from home (WFH).

Hal ini mengakibatkan aplikasi konferensi video zoom mengalami lonjakan. Mahasiswa, dosen, dan pelajar pun turut menggunakan aplikasi zoom untuk menunjang proses pembelajaran berbasis online.
Namun, meski pihak Zoom menjanjikan keamanan sistem dan privasi pengguna, nyatanya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

530 ribu data password dan detil akun aplikasi Zoom, software rapat online, telah diperjualbelikan hacker di Dark Web, bagian tersembunyi dari internet yang memerlukan software khusus untuk mengaksesnya. Kebocoran data ini pertama kali ditemukan oleh perusahaan keamanan online Cyble. Peningkatan jumlah akun Zoom yang dijual di Dark Web pertama kali terlihat pada 1 April dan dijual seharga US$0,002 per akun, seperti dilansir dari The Indenpendent, Kamis (16/4/2020).

Dilansir dari Kompas.com, Media ternama The Intercept, melaporkan bahwa aplikasi ini ternyata tidak melakukan enkripsi untuk panggilan video yang dilakukan pengguna.
Hal ini berdampak pada munculnya penyeludupan, bocornya surel dan foto pengguna, panggilan tak dienkripsi, serta celah keamanan yang memungkinkan peretas mengakses komputer pengguna.

Masalah tersebut berawal dari menu setelan “Company Directory”. Setelan ini memungkinkan pengguna  Zoom untuk mengelompokkan daftar kontak yang menggunakan email dari domain yang sama. Sebenarnya, sistem ini dibuat agar pengguna lebih mudah untuk menemukan koleganya ketika mereka memilki domain email perusahaan individual yang sama.

Tetapi, sejumlah pengguna yang menggunakan alamat email pribadi, juga turut dikelompokkan bersama ribuan orang lainnya seolah-olah mereka bekerja untuk perusahaan yang sama. Alhasil, informasi pribadi mereka pun dapat dilihat oleh pengguna lain.

Hal kebocoran data pribadi seperti ini pernah dialami juga oleh seorang Mahasiswa UINSU, yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurut penuturannya, Pernah suatu kali Ia menggunakan aplikasi ini untuk terkoneksi dengan teman-temannya, namun Ia malah tersambung dengan seorang laki – laki paruh baya yang diketahuinya bukan berasal dari Indonesia. Ia langsung saja kebingungan dan mengakhiri penggunaan aplikasi tersebut. Ia mengira kalau salah memasukan kode, namun setelah diperiksa kodenya sudah benar. Lalu, mengapa bisa tersambung ke orang lain?

Dari contoh kasus tersebut, sudah terbukti bahwa aplikasi Zoom ini dinyatakan kurang aman dalam merahasiakan data seseorang. Lalu, bagaimana dengan Anda? Masih ingin menggunakan? Semua tergantung kepada Anda sendiri.

Related articles

Recent articles