asd
32.3 C
New York

Talkshow Saham Risk Taker Community (RTc) bersama DoP LPM Dinamika

Published:

Minggu, 26 September 2021. Risk Taker Community (RTc) bersama DoP LPM Dinamika UIN Sumatera Utara mengadakan Talkshow tentang saham melalui Zoom Meeting yang diikuti sekitar 140 peserta dari berbagai kalangan (umum).

Kegiatan dimulai pukul 13.30 WIB yang dibuka oleh MC, Ahmad Faiz Nirwan sebagai Staf Percetakan Divisi Perusahaan LPM Dinamika UIN SU. Talkshow tersebut diinisi oleh Founder RTc, Mhd.Maulana Hasan dengan mengusung tema “Belajar Saham Untuk Pemula”.

Bagi Maulana atau yang akrab disapa dengan bang Molen, masih ada miss persepsi atau ketidaktahuan masyarakat tentang saham itu sebenarnya seperti apa. Jangan sampai hanya ikut-ikutan saja saat investasi di pasar saham. Maka dari itu, tujuannya mengadakan Talkshow bersama DoP LPM Dinamika untuk mengeduksi teman-teman peserta yang punya minat dan kemauan masuk ke pasar saham serta mengedukasi secara benar. Karena menjadi investor maupun trader sangat mudah sehingga siapa saja dengan budget 100 ribu sudah bisa membeli perusahaan atau memiliki kepemilikan di dalamnya.

“Salah satu instrumen investasi saham imbal hasil untuk jangka panjang. Hasil yang signifikan harus tau dulu arahnya seperti apa, agar modal tidak hilang secara percuma. Itulah perlunya meaning manajemen, dan manajemen risk.” Lanjutnya.

Setelah sambutan dari Founder RTc, dilanjut dengan pemaparan materi oleh Joko Ali Permadi, S.Kom selaku Narasumber RTc. Sebelum masuk kepada materi beliau berkata bahwa ia berasal dari IT atau orang IT, namun sudah berada di pasar saham sejak 2017.

Tujuan investasi untuk memindahkan usia produktif ke usia tidak produktif. Maksudnya ketika usia produktif orang-orang mengalami fase kelebihan penghasilan, kelebihan itu baiknyaa disisihkan untuk investasi, sebab di masa tidak produktif lagi akan mengalami fase penurunan penghasilan.
“Kelebihan penghasilan jangan dibuat foya-foya, beli-beli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan, tidak kita perlukan. Jika kita terbiasa membeli barang yang tidak kita butuhkan, suatu saat kita akan dipaksa untuk menjual barang yang kita butuhkan.” Tegas narasumber.

Seusai pemateri menjelaskan tentang saham, moderator mempertanyakan bagaimana jika ingin melakukan trading? Lalu apa perbedaannya dengan saham?. Joko serta merta menanggapi, “Anak-anak muda ini lebih sukanya trading daripada saham, senengnya bertaruh, semangat jiwa-jiwa mudanya. Kalau judi halal, mungkin saja akan berjudi judi judi setiap hari,” guraunya. Lantas menjawab pertanyaan dari moderator.

Manfaat dari talkshow ini cukup terasa bagi para peserta. Seperti yang dirasakan oleh Vella Sagita Putri dari Universitas Bengkulu, “Pertama-tama saya berterima kasih kepada penyelenggara dan panitia yang telah menyelenggarakan talkshow ini sehingga saya dan teman-teman yang lain bisa memahami dan belajar sebagai pemula tentang saham. Teruntuk kak Joko terima kasih ilmunya dan pengalamannya telah berbagi kepada kami. Saya secara pribadi termotivasi belajar lebih mengenai saham. Terima kasih.” Tuturnya.

Begitu pula dengan Nida Mawaddah “Saya sangat senang. Alhamdulillah dapat ilmu tentang saham, investasi dan trading.” Katanya singkat.

Narasumber mengatakan untuk berpikir ulang jika ingin membeli saham, terutama lihat perusahaannya, kalau bisa yang bagus. Terlebih jika ingin trading, harus siap mental, kalau tidak siap sebaiknya investasi saja. Karena apabila loss akan berpengaruh kepada mental investor seperti stress, depresi, dll. Kalau tau bagaimana pasar saham silahkan saja.”

Terakhir sebagai closing statement ia menganjurkan kepada peserta untuk belajar lagi lebih dalam, karena analisa saham yang ia sampaikan masih dangkal. Bisa belajar dari buku, youtube, media sosial, dan masih banyak lagi.

Related articles

Recent articles