asd
32.3 C
New York

Sewu Dino, Apakah Seseram Cerita di Novel?

Published:

Medan, Persma Kreatif– Sewu Dino, film horor yang baru dirilis di bioskop Indonesia pada April 2023 ini. Film ini diangkat dari adaptasi thread Twitter akun dengan username Simpleman. Digarap oleh Kimo Stamboel, sutradara yang sudah terkenal sebagai sutradara spesialis film horor di Indonesia.

Sewu Dino memiliki sinopsis yang menceritakan tentang Sri (Mikha Tambayong), seorang wanita muda yang rela bekerja untuk keluarga Atmojo demi mendapatkan gaji besar untuk biaya pengobatan Ayahnya. Namun pekerjaaan yang harus dilakukannya bukanlah pekerjaan yang mudah, karena dia harus melakukan ritual basuh sudo (basuh mati) Dela Atmojo, cucu dari keluarga Atmoho yang terkena santet 1000 hari.

Sewu Dino film horor yang memiliki alur yang sedikit lambat, hal ini disebabkan karena film ini tipikal film horor ¬slow-burn atau film yang konfliknya dibangun dengan cukup lama.

Memiliki durasi selama dua jam sehingga tidak heran jika ada penonton yang merasa bosan saat menonton film ini. Penggunaann slow-burn ini bukanlah tanpa alasan, karena alur yang lambat ini berfungsi untuk menjelaskan cerita dan elemen horor secara detail. Elemen horor Sewu Dino dijelaskan secara perlahan dari awal hingga akhir film.

Film ini memiliki alur yang lebih rapi daripada film pendahulunya KKN di Desa Penari. Akan tetapi masih terdapat beberapa kelemahan, salah satunya bagian dari akhir film ini terkesan terburu-buru dalam penyelesaian konfliknya, sehingga masih terdapat plot hole dalam film ini yang belum dijelaskan secara detail.

Melibatkan aktor-aktor ternama Indonesia, jadi tidak diragukan lagi untuk kemampuan akting para aktor dalam film ini, mulai dari Mikha Tambayong, Rio Dewanto, Karina Suwandi, Agla Artalidia, hingga Marthino Lio film ini sudah memiliki kualitas akting yang mumpuni.

Dalam sinematografi, penggunaan efek visual CGI dan make-up dari film ini benar-benar membantu dalam membangun elemen horor dari film. Elemen gore khas dari Kimo sebagai sutradara juga cukup mendukung dalam memberikan nuansa horor dari film.

Sayangnya film ini masih mengandalkan jumpscare untuk menakuti para penonton.

Akhir kata, walaupun sedikit berbeda antara cerita di Novel dan Film, Sewu Dino merupakan film horor yang bagus walaupun jauh dari kata sempurna.

Kru : Khusnul Arifin

Related articles

Recent articles