asd
32.3 C
New York

Mian, Keterbatasan Bukan Batasan!

Published:

Medan, Persma Kreatif- Apa yang bisa kita lakukan belum tentu bisa dilakukan orang lain. Sebaliknya, apa yang bisa dilakukan orang lain, belum tentu bisa kita lakukan. Begitulah Mian memotivasi dirinya sebelum berpacu di gelanggang pertandingan. Ia percaya, setiap orang memiliki potensi dan kemampuan masing-masing. Namun yang terpenting adalah tetap percaya diri dan semangat menjalani tantangan.

Sesosok pria berkulit eksotis tengah melakukan pemanasan di sebuah lapangan kampus. Ia tampak lihai menyimpul tali sepatu dengan satu tangan. Tak lupa, rambut bercat emas berombak tersapu angin bagikan api semangat yang membara. Inilah sosok Mian Sirait, salah seorang atlet paralimpik asal Sumatera Utara.

Mian memiliki semangat untuk mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah Nasional. Pria kelahiran porsea, 14 juli 1994 ini beberapa kali meraih medali dari cabang olahraga balap sepeda ataupun atletik di klasifikasi tuna daksa. Kegigihan merupakan modal baginya untuk meraih prestasi. Ia sendiri sempat mengalami masa-masa sulit. Namun memutuskan untuk bangkit dan menjalani hari-hari sebagai atlet.

Foto: Sosok Mian Sirait saat berlatih di lapangan Unimed. Sumber foto: dokumentasi pribadi narasumber

“Beberapa bulan saya terpuruk. Saya dulu jurusan otomotif, namun saya ragu tidak bisa memberikan yang maksimal. Sampai suatu ketika saya ikut organisasi dan jumpa pelatih atlet. Lalu saya ditawarkan tentang olahraga disabilitas. Sejak itu saya geluti, saya tertarik, dari sanalah saya termotivasi bahwa ‘Kami pasti bisa!”

Mian berlatih setiap senin sampai sabtu setiap pukul 7 pagi. Selama berlatih, Mian selalu berusaha keras untuk mendapat perolehan waktu terbaik bagi dirinya. Asisten pelatih mian, Bernard Simanjuntak optimis, Mian dapat melampaui keterbatasannya, “Ia berkebutuhan khusus, namun mempunyai semangat luar biasa untuk berprestasi disini.”

Kegigihan Mian mengantarkannya meraih sejumlah prestasi secara berturut-turut. Tahun 2016 ia meraih medali perunggu pada Peparnas XV di Bandung. Tahun 2017, Mian meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional. Tahun 2018 ia masuk dalam Pelatnas di balap sepeda di 2019 sebagai perwakilan atlet untuk pertandingan Filipina. Juga, 2 medali perak dalam pertandingan terakhirnya di Papua pada Peparnas XVI tahun 2021.

Seiring dengan aktivitas masyarakat yang sudah mulai normal kembali, Mian yakin, dalam waktu dekat, ia akan membawa medali terbaik untuk Sumatera Utara di berbagai ajang cabang olahraga. Keinginan terbesarnya, tentu mengibarkan sang saka merah putih dalam pagelaran olahraga internasional. Ada kebanggaan tersendiri yang ia rasakan, jika suatu saat berhasil mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang internasional.

Usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh Mian, telah berhasil membawanya bangkit dari titik tersulit dalam hidupnya. Ia tetap berpacu dengan waktu dan berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan catatan terbaik dalam setiap arena. Baginya semangat pantang  menyerah adalah kunci dari setiap orang dalam hidup. Dengan begitu, setiap tetesan keringat yang mengalir akan berbuah sesuatu yang manis pula.

#Persmakreatif #Persmahasiswa #dewanpers #anugerahdewanpers2023

Related articles

Recent articles