13.1 C
New York

Memaknai Arti Kemiskinan Batin Melalui Pertunjukan Orkes Madun II

Published:

Medan, Persma Kreatif– Drama Umang-umang Atawa Orkes Madun II merupakan karya dari Arifin C. Noer, yang pernah menyutradarai dan menulis film Penumpasan Pengkhianatan G 30S PKI. Karyanya ini kemudian dipertunjukan oleh aktor – aktor dari UKM Teater LKK Unimed yang berkolaborasi dengan Medan Teater pada Senin (16/3) di Gedung Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 33 Medan, dan disutradarai oleh Ahmad Munawar Lubis.

Umang-umang Atawa Orkes Madun II mengisahkan tentang pemimpin perampok yang ditakuti bernama Waska. Dia kerap melakukan aksi perampokan bersama teman-temannya hingga pada suatu rencana perampokan yang besar, dia menderita penyakit aneh. Ranggong dan Borok yang merupakan kaki tangan yang setia terhadap Waska mencari cara untuk dapat menyembuhkannya. Sehingga mereka menemukan ramuan dadar bayi dari dukun, yang memberikan efek kepada mereka keabadian.

Hal penting yang digambarkan dari naskah Umang-umang Atawa Orkes Madun II ini adalah keabadian serta kemiskinan. Keabadian yang menjadi sifat ambisius dari setiap manusia digambarkan oleh Waska yang menjadi pemeran utama.
Cerita ini mengangkat tema mengenai realitas kemiskinan yang digolongkan pada kaum marginal. Hal ini dapat dilihat dari kostum para pemeran yang dengan jelas menggambarkan kemiskinan. Para tokoh di pentas ini juga menggambarkan mengenai bagaimana kehidupan saat ini, ketika orang-orang bekerja keras demi dapat keluar dari lingkaran kemiskinan, bahkan melakukan kejahatan karena keterpaksaan yang dibuat oleh kemiskinan.

Dalam cerita ini, Waska yang merupakan pemimpin perampokan sekaligus tokoh yang menjadi karakter utama, tentu saja ada tantangan tersendiri dalam proses pemeranannya. “Saya tertantang untuk memerankan tokoh Waska ini. Peran Waska ini merupakan peran yang sangat berat, dan vokal suara harus gagah. Latihannya sudah bertahun-tahun lamanya,” Ucap Gusto yang memerankan tokoh Waska.

Pesan moral yang bisa diambil dari cerita ini adalah kita tidak boleh memiliki kemiskinan batin walaupun kita termasuk ke orang yang golongan kaya atau miskin. Kita harus selalu berusaha, pantang menyerah, tetap bertahan hidup walaupun banyak beban yang kita miliki dan harus mencari rezeki dengan jalan yang halal.

Related articles

Recent articles