asd
27.6 C
New York

Melestarikan Cerita Rakyat Lewat Program Pengabdian

Published:

Desa Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan menjadi sasaran program pengabdian masyarakat LPPM Unimed pada Kamis, 01 Juli 2021. Mengangkat tajuk “Pendampingan Transformasi Cerita Rakyat dalam Bentuk Teatrikal”, anak-anak desa Kampung Kolam diajak mendalami sejarah dan teater dalam kelas yang diinisiasi pada 3 pertemuan.

Program ini diketuai oleh dosen program studi Sastra Indonesia, M. Anggie J. Daulay, S.S., M.Hum. menggandeng dosen dari prodi Pendidikan Sejarah yakni Abdul Haris Nasution, S.Pd., M.Pd., dosen prodi Seni Pertunjukan yakni Ilham Rifandi, S.Sn., M.Sn., Praktisi Medan teater Ahmad Munawar Lubis, S.Pd., dan founder padepokan Iqro Ismail Pong, S.Hut., M.A.

Founder Padepokan Iqro, Ismail Pong, S.Hut., M.A. mengucapkan terimakasih kepada tim LPPM Unimed karena telah bersedia membuat program di desa Kolam, khususnya Padepokan Iqro, “Terimakasih kepada tim LPPM yang telah mengangkat hal tidak biasa, yakni menampilkan cerita rakyat. Khususnya melalui transformasi teatrikal. Biasanya cerita rakyat hanya dari bibir saja, namun sekarang kita bakal dirikan kelasnya. Saya punya ekspektasi khusus dengan program ini, pertunjukan teater di desa kolam. Semoga sukses dan semoga nantinya program ini berjalan baik.”

M. Anggie J. Daulay, S.S., M.Hum. memberi semangat kepada anak-anak desa Kolam untuk berteater sekaligus paham mengenai sejarah khususnya sejarah yang ada di Desa Kolam, “Adik-adik jangan malu dan jangan sungkan. Ini kita sudah lama tidak sekolah. Sudah lama daring. Insyallah nanti kita lakukan 3 kali pertemuan. Hari ini penguatan materi, nanti kita ekranisasikan dan kita ubah jadi naskah teater, lalu kita pentaskan. Kita coba olah batin, olah rasa, dan olah sukma.”

Pada hari ini, ketiga narasumber masing-masing menjelaskan teori, baik transformasi cerita rakyat, sejarah, maupun konsep teater. Salah satu cerita rakyat yang diangkat dan dibahas yakni cerita “Sukmo Ilang.” Ketiga narasumber menjelaskan cerita Sukmo Ilang sekaligus memberikan konsep teater yang akan mereka bentuk, “cerita rakyat merupakan satu di antara cerita yang lahir di tengah masyarakat. Yang juga merupakan sarana hiburan, pendidikan, dan pengukuhan nilai sosial budaya. Melalui program ini, kami berupaya melestarikan budaya khususnya cerita rakyat di desa Kolam, sembari memperkenalkan kepada anak-anak bagaimana teater itu. Ini hari pertama, nanti bakal ada dua pertemuan lagi untuk kita mematangkan konsep pertunjukan.” Tutup Anggie J. Daulay, S.S., M.Hum.

Related articles

Recent articles