asd
27.6 C
New York

Hari Dharma Samudera: Mengenang Perjuangan Tentara Indonesia di Laut Aru

Published:

Tak banyak diingat, tak banyak dibahas, 15 Januari yang ditetapkan sebagai hari Dharma Samudera merupakan sebuah momen untuk memperingati kisah perjuangan para pasukan angkatan laut Indonesia melawan Belanda yang terjadi di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962. Pertempuran tersebut terjadi dalam upaya untuk merebut Irian Barat dari genggaman Belanda. Strategi perebutan dimulai dengan mengerahkan 3 buah Kapal Republik Indonesia (KRI),  yakni KRI Harimau, KRI Macan Kumbang, dan KRI Macan Tutul. Ketiga kapal tersebut bertugas untuk melakukan pengintaian armada Belanda yang berada di daerah sekitar Irian Barat. Operasi yang dilaksanakan secara rahasia tersebut dilakukan guna mengetahui sejauh mana kekuatan pasukan Belanda yang akan segera dihadapi.

Sayangnya, operasi senyap ketiga kapal tersebut tertangkap basah oleh pihak musuh yang telah siap untuk menyerang. Dalam upaya menyelamatkan pasukan, Komodor Yos Sudarso yang kala itu menjabat sebagai Deputi Operasi KSAL (orang terpenting nomor dua pada Angkatan Laut RI) memilih untuk berkorban menyerahkan diri sebagai umpan pada pasukan musuh. Hasilnya, Komodor Yos Sudarso yang berada di KRI Macan Tutul beserta seluruh awak kapal tewas dalam pertempuran, sedangkan KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang berhasil menyelamatkan diri berkat pengorbanan Komodor Yos Sudarso dan seluruh awak kapal yang berhasil mengalihkan perhatian musuh.

Pertempuran yang terjadi di laut Aru penting diingat guna mewariskan semangat perjuangan Komodor Yos Sudarso beserta seluruh pasukan kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya para prajurit TNI Angkatan Laut agar tetap semangat berjuang dan pantang mundur dalam menghadapi segala tantangan, terlebih dalam menegakkan kedaulatan NKRI. Terlebih, dengan adanya kemajuan teknologi pada era globalisasi yang terus saja berkembang, para Angkatan Laut Indonesia dituntut untuk mampu cepat beradaptasi, kompetitif, produktif, dan berinovasi tinggi dalam melaksanakan tugas dengan mengedepankan sikap profesionalisme yang harus selalu berlandaskan pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Trisila TNI Angkatan Laut. Untuk itulah, melalui peringatan hari Dharma Samudera ini, kita harus mampu meneladani semangat perjuangan seluruh pahlawan yang terus semangat dan rela gugur di pertempuran laut Aru guna memperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia. Mampu meneladani semangat perjuangan para pahlawan merupakan sebuah bukti bahwa kita menghormati dan menghargai setiap jasa para pahlawan yang telah gugur di pertempuran. Sebab, bangsa yang besar merupakan bangsa yang mengingat setiap jasa para pahlawannya. Selamat hari Dharma Samudera!

Related articles

Recent articles