asd
28.7 C
New York

Dewan Perwakilan Remaja 2022 dan NSYTCM gelar “Bincang Sehat Tanpa Rokok” 

Published:

Medan, Persma Kreatif — Dewan Perwakilan Remaja 2022 bersama North Sumatera Youth Tobacco Control Movement (NSYTCM) menggelar kegiatan “Bincang Sehat Tanpa Rokok” yang mengusung tema Peran Pemuda dan Pemerintah Daerah Menekan Prevalensi Perokok Anak. Acara diselenggarakan di Gedung Syawal Gultom Aula FMIPA Unimed Lantai 3 pada Jum’at, (24/09).

Kegiatan didukung oleh sejumlah lembaga dan organisasi yaitu Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), SEMA BPM FMIPA Unimed, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FMIPA Unimed, Meriam Debating Club (MDC) GH USU, Cisdi, PKJS UI, PKBI, dan Komnas PT.

Bincang Sehat Tampa Rokok khusus membahas terkait partisipasi kaum muda dalam pengendalian tembakau di Sumatera Utara, terutama Kota Medan. Para narasumber memberikan tanggapan mengenai persoalan ini. Narasumber tersebut ialah Mohammad Irfan S.Km merupakan Kasie PTM Dinas Kesehatan Kota Medan, Elisabeth Juniarti S.H merupakan Kodif Advokasi Yayasan Pusaka Indonesia dan Khairul Ichsan Sipahutar merupakan Sekretaris TC-Sumut.

Acara turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ibu Prof. Dr. Fauziyah Harahap, M.Si., dan jajaran Wakil Dekan I, II, dan III.
“Dalam ZI (Zona Integritas) FMIPA Unimed kita bukan hanya harus bebas dari gratifikasi dan korupsi tapi juga perilaku negatif adiksi seperti merokok ini.”ujar Dekan FMIPA dalam sambutannya.

“Melihat angka dari WHO bahwa angka 1,3 miliar adalah perokok di dunia dan ada 5 juta kematian setiap tahun yaitu sepertiga nya berumur 65 tahun. Merokok tentunya sangat mematikan walaupun secara perlahan, merokok juga merupakan salah satu penyebab dari penyakit cacat menular. Penyakit cacat menular dapat menjadi beban bagi negara. Karena penderita-penderitanya seperti hipertensi, diabetes, kanker setiap tahun semakin meningkat dan dapat mengurangi produktifitas kerja.” Kata Mohammad Irfan.

Kemudian Elisabeth menyatakan bahwa rokok berdampak negatif khususnya bagi anak-anak. Yayasan Pusaka Indonesia akan bantu mendorong kota medan agar mengeluarkan peraturan daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tidak hanya mendorong, Yayasan Pusaka Indonesia juga terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi mulai dari masyarakat umum, sekolah, dan juga melakukan titik pemantauan.

“Vape sama berbahaya dengan rokok biasa, bedanya vape adalah rokok elektrik. Bahkan vape lebih berbahaya karena tidak ada yang mengontrol terkait apa saja bahan dari cairan vape yg digunakan. Cukai nya juga tidak ada,” timpalnya.

Selanjutnya Khairul menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker mulut dan kanker mulut ini belum ada obatnya. Berbeda halnya dengan kanker lainnya yang bisa diobati melalui treatment. Khairul mengajak masyarakat berkomitmen untuk tidak merokok agar dapat mencegah penyakit kanker mulut tersebut.

Khairul Ichsan Sipahutar juga menyatakan bahwa pada tahun 2016 sampai tahun 2018 dari data Kementrian Kesehatan RI tren merokok ini meningkat secara pesat dari 2 % menjadi 11 %. Hal ini di akbitkan oleh Iklan promosi rokok yang sangat banyak, karena belum ada regulasi tepat yang mengatur, kemudian mudah di dapatkan dan harga lebih murah yg menjadikan para perokok beralih dari tembakau ke elektrik.

“Tren yang meningkat ini menyebabkan prevalensi remaja-remaja Indonesia dari segi berkembangnya inovasi dari rokok itu sendiri.” Ujar Khairul.

TC Sumut bersama Pusaka Indonesia dan juga Dinas Kesehatan sudah melakukan sosialisasi baik secara media ataupun offline. Peran TC Sumut sebagai penampung aspirasi lalu menyampaikan aspirasinya ke pemerintah terutama kepada bapak wali kota medan, TC Sumut selalu melakukan aksi damai, menyampaikan aspirasi bukan seperti demo tapi melalui kreatifitas.

Kru : Mutiara Flower

Related articles

Recent articles