asd
25.5 C
New York

BUMI BUTUH BERNAFAS!

Published:

Bumi merupakan tempat tinggal seluruh umat manusia. Dari sanalah manusia menggantungkan kehidupannya. Lalu, apakah bumi akan terus-menerus menyediakan kebutuhan hidup manusia? Sampai kapan? Lantas, apakah yang telah kita berikan kepada bumi sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih kita?
Berdasarkan data dari CNBC Indonesia, Suhu global pada tahun 2021 menjadi rekor terpanas keenam yang pernah dicapai Bumi dalam sejarah. Pada 2022, suhu global kemungkinan besar berada di antara 10 suhu terpanas yang pernah dicatat. Kenaikan suhu global ini disebabkan oleh aktivitas manusia dan industri yang menghasilkan emisi karbon. Produksi emisi karbon menjadi gas rumah kaca yang tidak terserap oleh ekosistem alam akibat deforestasi dan degradasi lingkungan, mengurangi peran atmosfer dalam menyerap emisi dan panas matahari. Menurut banyak ilmuwan iklim, suhu global akan terus naik apabila tidak ada kebijakan dan tindakan dalam menurunkan emisi secara drastis.

Dengan melihat penurunan kualitas lingkungan dan udara yang kian memburuk, adapun yang dapat kita lakukan agar dapat meminimalisir kerusakan bumi ialah menghapus pesan email yang tidak penting, mencabut elektronik yang tidak digunakan, menanam lebih banyak pohon dan tanaman, daur ulang, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor (menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki), tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi pembakaran sampah, menghemat air, dan kurangi penggunaan pelastik sekali pakai.

Sebagai penopang kehidupan kita, sudah seharusnya kita menjaga dan merawat bumi kita agar generasi selanjutnya dapat turut merasakan kondisi bumi yang sehat. Perubahan besar berawal dari langkah yang kecil. Kesadaran terletak dari dalam diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi? Yuk, bantu pulihkan bumi kita tercinta!

Kru: Luh Cinta

Related articles

Recent articles